Selamat Datang

Semoga blog ini bermanfaat, oleh Ita Trie Wahyuni
"Seorang PEMENANG tidak akan pernah MENYERAH, karena hanya yang MENYERAH tidak akan pernah MENANG"

Wednesday, October 3, 2012

Laporan Kimia Daasar I Pembuatan Larutan


BAB I

PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang

Hampir semua proses kimia berlangsung dalam larutan sehingga penting untukmemahami sifat-sifatnya. Larutan adalah sesuatu yang penting bagi manusia Dan makhluk hidup pada umumnya. Reaksi-reaksikimia biasanya berlangsung antara dua campuran zat, bukannya antara zat murni. Banyak reaksi kimia yang dikenal , baik di dalam laboratorium atau di industri terjadi di dalam larutan.
            Larutan memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Di alam kebanyakan reaksi berlangsung di dalam larutan air. Tubuh manusia menyerap mineral, vitamin dan makanan dalam bentuk larutan . Obat-obatan bisanya merupakan larutan air atau alkohol dari senyawa fisiologis aktif. Larutan biasanya terdiri dari dua zat atau lebih yang merupakan campuran homogen. Larutan disebut campuran homogen karena komposisi dari larutan begitu seragam atau satu fasehingga tidak dapat diamati bagian - bagian komponen penyusunnya meskipun dengan menggunakan mikroskop ultra sekalipun. Larutan terdiri dari dua komponen penting. Komponen tersebut adalah solven atau pelarut dan solut atau zat terlarut. Biasanya komponen solven mengandung jumlah zat terbanyak. Dan komponen solut mengandung jumlah zat yang lebih sedikit.
            Konsentrasi adalah kuantitas relatif suatu zat tertentu di dalam larutan. Konsentrasi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan cepat atau lambatnya reaksi berlangsung. Konsentrasi larutan menyatakan banyaknya zat terlarut yang terdapat dalam suatu pelarut atau larutan. Larutan yang mengandung sebagian besar solut relatif terhadap pelarut, berarti larutan tersebut konsentrasinya tinggi atau pekat. Sebaliknya bila mengandung sejumlah kecil solut, maka konsentrasinya rendah atau encer. Pada umumnya larutan mempunyai beberapa sifat. Diantaranya sifat larutan non elektrolit d an larutan elektrolit. Sifat larutan tersebut mempunyai hubungan erat dengan konsentrsi dari tiap komponennya. Sifat-sifat larutan seprti rasa, ph, warna, dan kekentalan bergantung pada jenis dan konsentrasi zat terlarut. Larutan dapat dibuat dari dua macam zat, yaitu zat padat dan zat cair. Larutan dibuat untuk mendapatkan campuran larutan dari dua atau lebih zat. Larutan memiliki dua sifat, yaitu larutan eksoterm dan larutan larutan endoterm.

1.2  Tujuan Percobaan

-          Belajar cara membuat larutan
-          Belajar membuat larutan dari bahan padat dan bahan cair dengan konsentrasi tertentu
-          Belajar membedakan larutan endoterm dan larutan eksoterm



















BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

            Larutan dapat di definisikan sebagai campuran homogen dari dua zat atau lebih yang terdispers sebagai molekul ataupun ion yang komposisinya dapat bervariasi. Disebut homogen karena komposisi dari larutan begitu seragam ( satu fase) sehingga tidak dapat diamati bagian – bagian komponen penyusunnya meskipun dengan mikroskop ultra. Dalam campuran heterogen permukaan – permukaan tertentu dapat diamati antara fase – fase yang terpisah.
            Suatu larutan terdiri dari dua komponen yang penting. Biasanya salah satu komponen yang mengandung jumlah zat terbanyak disebut sebagai pelarut                    ( solven ). Sedangkan komponen lainnya yang mengandung jumlah tak sedikit disebut zat terlarut (solut). Kedua komponen dalam larutan dapat sebagai pelarut atau zat terlarut tergantung komposisinya. Misalnya dalam alkohol 70 % ( 70:30 ), maka alkohol merupakan pelarut dan air sebagai zat terlarut. Sedangkan dalam keadaan yang sukar ditentukan seperti alkohol 50 % ( 50:50 ), karena jumlah kedua zat dalam larutan sama, maka baik alkohol maupun air dapat dianggap pelarut atau zat terlarut. Untuk campuran zat padat dalam air seperti sirup 60 %    ( 60:40 ), kabanyakan orang memilih air sebagai pelarut karena air tetap mempertahankan keadaan fisiknya, dan gula sebagai zat terlarut karena berubah keadaan fisiknya.
            Pada umumnya larutan yang dimaksud adalah campuran yang berbentuk cair, meskipun ada juga yang berfase gas maupun padat. Larutan yang berbentuk gas adalah udara yang merupakan campuran dari berbagai jenis gas seperti nitrogen dan oksigen. Sedangkan yang berbentuk padat adalah emas 22 karat yang merupakan campuran homogen dari emas dengan perak atau logam lain.
            Dua senyawa dapat bercampur ( miscible ) lebih mudah bila gaya tarik antara molekul solut dan pelarut semakin besar. Besarnya gaya tarik ini ditentukan oleh jenis ikatan pada masing-masing molekul. Bila gaya tarik antara molekulnya termasuk dalam kelompok yang sama ( misalnya : air dan etanol ), maka keduanya akan saling melarutkan. Sedangkan bila kekuatan gaya tarik antara molekulnya berbeda jenisnya ( misalnya : air dan heksana ), maka tidak saling melarutkan.
            Kelarutan adalah jumlah zat terlarut yang dapat larut dalam sejumlah pelarut pada suhu tertentu sampai membentuk larutan jenuh. Kelarutan suatu zat dapat ditentukan dengan menimbang zat yang akan ditentukan kelarutannya kemudian dilarutkan, misalnya dalam 100 ml pelarut. Jumlah zat yang ditimbang harus diperkirakan dapat membentuk larutan lewat jenuh yang ditandai masih terdapat zat yang tidak larut didasar wadah setelah dilakukaan pengocokan dan didiamkan. Setelah terjadi kesetimbangan antara zat padat yang terlarut dan yang tidak larut lalu disaring dan ditimbang selisih berat awal dan berat padatan yang tidak larut merupakan kelarutan zat tersebut dalam 100 ml pelarut.
            Larutan jenuh adalah larutan yang telah mengandung zat terlarut dalam jumlah maksimal, sehingga tidak dapat ditambahkan lagi zat terlarut. Pada keadaan ini terjadi kesetimbangan antara solut yang larut dan yang tak larut atau kecepatan pelarutan sama dengan kecepatan pengendapan.
            Larutan tak jenuh ( unsaturated ) adalah suatu larutan yang mengandung jumlah solut lebih sedikit ( encer ) daripada larutan jenuhnya. Sedangkan larutan lewat jenuh (super saturated ), mengandung solut lebih banyak ( pekat ) daripada yang ada dalam larutan jenuhnya pada suhu yang sama.
Suatu larutan dengan konsentrasi lebih tinggi dapat dijadikan larutan yang konsentrasinya rendah, dengan menambahkan pelarut. Selama penambahan pelarut jumlah zat terlarut tidak berubah, tetapi hanya mengurangi perbandingan zat terlarut dengan pelarut. Pengenceran sering dilakukan di laboratorium untuk mendapatkan larutan yang konsentrasinya lebih rendah. Satuan konsentrasi yang biasanya diencerkan adalah molar, normal, dan persen.
            Suatu larutan dikatakan ideal jika didasarkan pada kekutan relatif dari gaya tarik antara molekul solut dan solvennya masing – masing. Dalam suatu larutan ideal, sifat komponen yang satu akan mempengaruhi sifat komponen lainnya, sehingga sifat – sifat fisik larutan yang dihasilkan seperti titik uap, titik didih, dan titik beku adalah rata – rata dari sifat kedua komponennya murni. Larutan ideal sendiri sebenarnya hanya bersifat hipotesis. 
            Karena larutan adalah campuran molekul ( atom atau ion dalam beberapa hal ), biasanya molekul- molekul pelarut agak berjauhan dalam larutan dibanding dalam pelarut murni.
-          Jenis-jenis larutan
Unsur terpenting yang menentukan keadaan bahan dalam larutan adalah pelarut. Komponen yang jumlahnya lebih sedikit dinamakan zat terlarut       ( solute ). Larutan yang menggunakan air sebagai pelarut dinamakan larutan dalam air atau aquades. Larutan yang mengandung zat terlarut dalam jumlah banyak dinamakan larutan pekat. Jika jumlah zat terlarut sedikit, larutan dinamakan larutan encer. Istilah larutan biasanya mengandung arti pelarut cair dengan cairan, padatan atau gas sebagai zat yang terlarut. Tiga contoh larutan dalam keadaan cair ialah :
o   Bensin      :  Campuran sejumlah hidrokarbon cair
o   Air laut     : Larutan berair dari natrium klorida dan padatan ion lainnya.
o   Air Karbonat      :  Larutan berair dari CO2
Larutan dapat pula berbentuk padat atau gas. Karena molekul-molekul gas terpisah jauh, molekul-molekul dalam campuran gas berbaur secara acak, semua campuran gas adalah larutan. Contoh terbaik untuk larutan gas ialah udara, yang terdiri dari N2, O2, Ar dan gas lain dalam jumlah kecil.
-          Kesetimbangan Kelarutan
            Jika sejumlah besar zat terlarut dibiarkan berhubungan dengan sejumlah terbatas pelarut. Pelarutan terjadi secara terus-menerus. Hal ini berlaku karena adanya proses pengendapan, yaitu kembalinya spesies ( atom, ion atau   molekul ) ke keadaan tak larut. Pada waktu pelarutan dan pengendapan terjadi dengan laju atau kecepatan yang sama, kuantitas terlarut yang larut dalam sejumlah pelarut tetap sama pada setiap waktu. Proses ini adalah salah satu kesetimbangan dinamis dan larutnya dinamakan larutan jenuh. Pembentukan larutan jenuh di jelaskan pada sebuah gambar. Konsentrasi larutan jenuh dikenal sebagai kelarutan zat terlarut dalam pelarut tertentu.
Apabila larutan penuh dibuat pada suhu tertentu kemudian suhu diturunkan maka akibatnya adalah pengendapan kelebihan zat terlarut dalam larutan. Tetapi dalam beberapa kejadian semua zat terlarut tetap dalam keadaan larutan. Karena kuantitas zat terlarut dalam hal ini lebih besar dari pada larutan jenuh normal pada suhu tertentu, larutan demikian dinamakan larutan lewat jenuh ( Supersaturated ), jika sedikit kristal terlarut ditambahkan dalam larutan lewat jenuh, kelebihan zat terlarut biasanya mengendap.
-          Sifat – Sifat Koligatif
Terdapat empat sifat yang berhubungan dengan larutan encer, atau kira - kira pada larutan yang lebih pekat, yang tergantung pada jumlah partikel terlarut yang ada. Jadi, sifat – sifat tersebut tidak tergantung pada jenis terlarut. Keempat sifat tersebut adalah penurunan titik uap, peningkatan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmotik, yang semuanya dinamakan sifat – sifat koligatif. Kegunaan praktis sifat – sifat koligatif banyak dan beragam.
Pada tahun 1880-an kimiawan Prancis F.M. Raoult mendapati bahwa melarutkan suatu zat terlarut mempunyai efek penurunan tekanan uap dari pelarut. Hokum Raoult menyatakan bahwa :
“ Tekanan uap pelarut diatas suatu pelarut ( PA )sama dengan hasil kali tekanan uap pelarut murni ( PA ) dengan fraksi mol dalam larutan ( XA ). “
Tekanan osmotik termasuk dalam sifat – sifat koligatif karena besarnya hanya tergantung pada jumlah partikel zat terlarut. Tekanan yang diperlukan untuk menghentikan aliran air dari air menuju larutan sukrosa dikenal sebagai tekanan osmotik larutan.
-          Larutan
Bila dua atau lebih zat murni dicampur satu dengan yang lain sedemikian rupa sehingga zat – zat penyusun tersebut masih dapat dipisah – pisahkan lagi dengan cara fisik maka diperoleh campuran. Sebenarnya kata campuran mempunyan arti luas dan mencangkup pula campuran campuran yang zat –zat penyusunnya dapat bereaksi satu dengan yang lain. Campuran yang demikian disebut sebagai campuran yang bereaksi.
        Contoh – contoh campuran terdapat cukup banyak di alam sekitar kita. Udara adalah campuran antara gas – gas oksigen, nitrogen, uap air, karbon dioksida, argon, dan lain sebagainya. Tanah adalah campuran dari berbagai zat padat. Secara fisik dapat dibedakan dua macam campuran, yaitu campuran serba sama ( homogen ) dan campuran  serba – neka ( heterogen ). Suatu campuran disebut serba sama bila campuran hanya terdiri atas satu fase, artinya tidak ada bidang pemisah yang memisahkan penyusuan campuran, contoh campuran semacam itu adalah udara, sirup, minyak pelumas, dan sebagainya. Bila campuran terdiri atas  lebih dari satu fase, maka campuran semacam itu disebut campuran heterogen. Pada campuran heterogan ada bidang yang memisahkan penyusun campuran.
Contoh :      - air dengan minyak
- gula pasir dengan garam dapur
- udara ynag berdebu
                     - air yang keruh
            Sifat campuran akan berupa simpangan – simpangan kecil dari sifat  murni komponen yang berlebihan. Komponen yang berlebihan disebut sebagai pelarut dan yang lain disebut sebagai larutan. Jika 1 gr gula atau 1 gr garam dapur dicampur 100 gr air yang diperoleh ialah larutan gula atau larutan garam. Demikian pula bila 10 ml air di campur dengan 90 ml etanol diperoleh larutan air dengan etanol, sulit untuk menyatakan salah satu komponen sebagai pelarut sehingga yang diperoleh hanyalah campuran etanol dan air. Sifat dari larutan sangat bergantung pada susunan atau komposisi zat penyusunnya. Bagi larutan komposisi umumnya dinyatakan sebagai konsentrasi.
-          Air Sebagai Pelarut Universal Dalam Kehidupan
Air mempunyai sifat fisika dan kimia yang unik, karena fungsinya sangat penting dalam kehidupan makhluk di dunia ini. Air merupakan pelarut yang sangat baik. Air yang terdapat di danau, sungai, parit, dan laut mengandung zat yang larut di dalamnya. Zat yang larut kebanyakan terdiri atas garam dapur, ion kalsium, ion magnesium, ion sulfat, ion karbonat, dan sejumlah ion logam lainnya. Adapun beberapa garam tadi sangat penting artinya bagi pertumbuhan hidup tumbuhan dan hewan yang memilih air sebagai tempat hidupnya. Tumbuhan tidak dapat menyerap minera yang diperlukannya dalan tanah tanpa air. Misalnnya phytoplankton tidak dapat menyerap mineral jika mineral itu tidak larut dalam air. Makanan harus dilarutkan lebih dulu sebelum diserap oleh tubuh.                   
Oksigen dan karbondioksida yang dibutuhkn oleh hewan air tawar atau hewan laut diambilnya dari larutan air. Hasil metanbolisme dalam jaringan tubuh organisme selalu diangkat kebagian lain oleh air yang bertindak sebagai pelarut dan pembawa. Kemampuan air melarutkan dan membawa zat berwujud padat ini merupakan sifat air yang paling penting dalam penerapannya sebagai pelarut yang mudah sekali melarutkan gula dan garam serta banyak lagi zat lain.



















BAB 3
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Alat Dan Bahan
3.1.1 Alat - Alat
-          Neraca analitik
-          Labu takar 100 ml
-          Pipet tetes
-          Batang pengaduk
-          Kaca arloji
-          Gelas ukur
-          Gelas baker
-          Corong kaca
-          Gelas kimia 100 ml

3.1.2 Bahan – Bahan
-          Larutan Nh4Cl
-          Larutan CH3COONa
-          Larutan HCl
-          Aquades

3.2 Prosedur Percobaan
-          Dihitung massa NH4CL, lalu ditimbang dengan tepat 0,27 gr NH4Cl dengan menggunakan neraca analitik. Dimasukkan padatan NH4Cl secara kuantitatif ke dalam gelas baker. ditambahkan aquades sebanyak 50 ml. Di aduk dengan menggunakan batang pengaduk sampai larut. Diamati perubahan – perubahan yang terjadi.
-          Dihitung massa CH3COONa, lalu ditimbang dengan tepat 0,41 gr CH3COONa dengan menggunakan neraca analitik. Dimasukkan secara kuantitatif padatan CH3COONa ke dalam gelas baker. Setelah itu ditambahkan aquades sebanyak 50 ml. Di aduk dengan menggunakan batang pengaduk sampai larut. Diamati perubahan – perubahan yang terjadi.
-          Dihitung volume HCl. Dimasukkan sebanyak 5 ml HCl ke dalam gelas ukur. Dipindahkan HCl kedalam labu takar dengan menggunakan pipet. Ditambahkan aquades pada labu takar sampai tanda batas. Ditutup labu takar dan dibolak - balikkan labu takar sambil dipegang tutupnya selama beberapa kali. Diamati perubahan – perubahan yang terjadi.






















BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan
No.
PERLAKUAN
PENGAMATAN
1.
Pembuatan NH4Cl
-          dihitung massa NH4Cl
-          ditimbang 0,27 gr NH4Cl
-          dimasukkan padatan NH4Cl yang telah ditimbang kedalam gelas baker
-          ditambahkan aquades 50 ml
-          diaduk sampai larit dan diamati

0,27 gr
berwarna putih, berbentuk padatan, tidak berbau, tidak berwarna  ( bening ), larut, tidak ada endapan, terjadi reaksi endoterm.

2.
Pembuatan CH3COONa
-          dihitung massa CH3COONa
-          ditimbang 0,41gr CH3COONa
-          dimasukkan padatan CH3COONa yang telah ditimbang kedalam gelas baker
-          ditambahkan aquades 50 ml
   -    diaduk sampai larut dan diamati

0,41gr
berwarna putih, berbentuk padatan, tidak berbau, tidak berwarna  ( bening ), larut, tidak ada endapan, terjadi reaksi endoterm.

3.
Pembuatan HCl
-          dihitung volume HCl
-          diukur 5 ml HCl kedalam gelas ukur
-          dimasukkan HCl kedalam labu takar dan ditambahkan aquades sampai tanda batas
-          dibolak - balikkan dan diamati

5 ml
tidak berwarna, terlarut, larut, tidak ada endapan ( homogen ), tidak berbau, terjadi reaksi eksoterm.
4.2 Perhitungan
1)      dit :      Massa ?
dik :     M NH4Cl         = 0,1 M
            V NH4Cl         = 50 ml
            Mr. NH4Cl      = 53,5
Jawab :
M =
0,1 =
0,1 . 53,5 = massa . 20
massa =  = 0,27 gr
-          Persen berat per volume
                                       


2)      dik :     M CH3COONa = 0,1 M
V CH3COONa = 50 ml
Mr CH3COONa = 82
            Dit : Massa ?
            Jawab :
                             
                   
                        
                  
-   Molalitas                                               -   Fraksi mol
                                         
                                           
                                                
                                                                      

3)      Dik :    M1 = 0,01 M
M2 = 0,1 M
V1 = 50 ml
            Dit :     V2 ?
            Jawab :         
                              
                                     
                                     

4.3 Pembahasan
            Larutan merupakan campuran homogen dari dua zat atau lebih yang terdispers sebagai molekul ataupun ion yang komposisisnya dapat bervariasi., pada larutan biasanya terdapat beberapa reaksi, diantaranya adalah reaksi endoterm dan reaksi eksoterm.
            Reaksi eksoterm adalah reaksi kimia yang melepaskan kalor atau energi dari suatu sistem ke lingkungan. Sedangkan reaksi endoterm ialah reaksi kimia yang menyerap kalor atau energi dari lingkungan ke sistem. Salah satu contoh reaksi eksoterm adalah percobaaan HCL dan contoh reaksi endoterm adalah percobaan pembuatan larutan NH4Cl.
            Secara fisik campuran dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu larutan homogen dan larutan heterogen. Larutan homogen adalah larutan yang komposisinya begitu seragam sehingga tidak dapat lagi diamati bagian - bagian komponen  penyusunnya meskipun dengan mikroskop ultra. Sedangkan larutan heterogen adalah larutan yang jika di dalam larutan itu terjadi penggabungan yang tidak merata antara dua zat atau lebih sehingga perbandingan komponen yang satu dengan yang lainnya tidak sama di berbagai bagian dan terdapat permukaan – permukaan tertentu yang masih diamati antara fase- fase yang terpisah.
            Sifat - sifat fisik larutan ditentukan oleh konsentrasi dari beberapa komponennya. Konsentrasi larutan menyatakan banyaknya zat terlarut dalam suatu pelarut atau larutan. Terdapat beberapa cara yang umum dipakai dalam menyatakan konsentrasi larutan, yaitu :
            Persen berat ( % ) adalah jumlah gram zat terlarut dalam 100 gr larutan. Persen berat biasanya digunakan untuk menyatakan kadar komponen yang berupa zat padat.
            Persen berat (% ) =
            Persen volume ( %  ) adalah jumlah volume ( ml ) zat terlarut dalam 100 ml larutan. Persen volume biasanya digunakan untuk menyatakan kadar komponen berupa zat cair atau gas.
            Persen (%v/v) =
            Persen berat per volume ( %  ) menyatakan benyaknyan gr zat terlarut daalma 100 ml larutan. Cara ini biasanya digunakan untuk menyatakan kadar zat padat dalam suatu cairan atau gas.
            Persen berat per volume (%b/v) =
Bagian per sejuta larutan (Bpj) atau partsper million (ppm) adalah satu bagian zat terlarut dalah satu juta bagian larutan. Satuan ppm sering dipakai untuk menyatakan konsentrasi zat yang sangat kecil dalam larutan gas, cair atau padat.
           
            Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut dalam satu liter laruta. Jia w gr solute dilarutkan dalam V ml larutan, maka :
           
            Molalitas adalah jumlah zat terlarut dalam 1000 gr ( 1kg ) pelarut. Satuan molal tidak bergantung pada suhu dan biasanya digunakan untuk menyatakan banyaknya partikel zat terlarut dalam sejumlah tertentu pelarut.
            Fraksi mol adalah jumlah mol zat terlarut terhadap jumlah mol seluruh zat dalam larutan.
Hubungan fraksi mol kedua zat dalam larutan , berlaku :
 Xa + Xb = 1
            Normalitas adalah jumlah gr ekivalen ( grek ) zat terlarut dalam satu liter larutan. Satan konsentrasi normalitas sering digunakamn untuk analisa volumetric terutama dalam reaksi – reaksi asam – basa dan reduksi – oksidasi ( redoks ).
Dimana :          BE = berat ekivalen
                        BM = berat molekul
A = valensi ( banyaknya ion dalam larutan ), untuk :
Asam = banyaknya ion H+
Basa = bayaknya ion OH-
Redoks = banyakna elektron yang dilepaskan atau diterima pada 1 mol senyawa.
Hubungan normalitas dengan larutan yang mempunyai konsentrasi K % dan kerapatan ( BJ ) = L , berlaku :
           
            Larutan standart adalah larutan yang mengandung regensia dengan bobot yang diketahui dalam suatu volume tertentu dalam suatu larutan. Larutan standart sekunder adalah suatu zat yang dapat digunakan untuk standarisasi yang kandungan zat aktifnya telah ditentukan dengan perbandingan terhadap suatu standart primer. Contoh larutan standart sekunder adalah HCl.
            Sedangkan larutan standart primer adalah larutan yang digunakan untuk menstandartkan larutan – larutan yang dibuat dalam laboratorium dengan menggunakan perhitungan. Contohnya : NaOH
            Prinsip percobaannya adalah terdapat sat pelarut dan zat terlarut yang bercampur sehingga menjadi larutan. Pembuatan larutan berdasarkan konsentrasi tertentu.
            Fungsi perlakuan pada pembuatan NH4Cl, larutan harus diaduk sampai larut agar larutan dapat terlarut sempurna. Sehingga membentuk suatu larutan homogen.
             Fungsi perlakuan pada pembuatan CH3COONa, larutan harus diaduk sampai larut agar larutan dapat terlarut sempurna. Sehingga membentuk suatu larutan homogen. Dan sebelumnya, ditimbang terlebih dahulu massa CH3COONa agar massanya sesuai dengan yang ada.
            Fungsi perlakuan pada pembuatan HCl, pertama - tama dihitung terlebih dahulu, untuk mengetahiu massanya, lalu massa yang ada ditimbang agar massa HCl tersebut sesuai dengan yang ada. Setelah itu larutan HCl diaduk sampai larut agar larutan dapat terlarut sempurna. Sehingga membentuk suatu larutan homogen.


BAB 5
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

            Dari percobaan – percobaan pembuatan larutan dapat disimpulkan bahwa :
-          Campuran homogen dapat juga dikatakan sebagai larutan yang bercampur secara sempurna, sedangkan heterogen yaitu campuran yang terdapat bidang batas antara zat terlarut dan zat pelarutnya.
-          Suatu larutan dapat dipengaruhi oleh suhu, tekanan, dan konsentrasi yang dapat dinyatakan dalam berbagai satuan.
-          Larutan terbagi menjadi dua macaam, yaitu larutan eksoterm dan larutan endoterm. Larutan disebut eksoterm bila larutan tersebut mengeluarkan energi panas atau kalor. ( Pada percobaan terdapat pada larutan HCl ) sedangkan, larutan endoterm adalah larutan yang membutuhkan energi panas atau kalor. ( Pada percobaan terdapat pada larutan NH4Cl dan CH3COONa).

5.2 Saran
         Sebelum praktikan melakukan praktek, sebaiknya praktikan mengetahui bahan atau materi praktek tersebut dan mempelajari praktek tersebut agar ketika praktek praktikan tidak mengalami kesulitan.









DAFTAR PUSTAKA

Yazid,E. 2005. Kimia Fisika Untuk Paramedis. Yogyakarta : Andi.
Petruci,R. 1987. Kimia Dasar Edisi 4 Jilid 2. Bogor : Erlangga.
Sastrawijaya,T dan Sembiring,A.D. 1993. Materi Pokok Kimia Dasar II Modul I. Jakarta : Universitas Terbuka.











                                                                                                             













6 comments:

  1. halo salam kenal yah aku dari makassar :D

    ReplyDelete
  2. hai salam ya aku dari teknik kimia UPN "Veteran" JATIM, Surabaya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. masuk di blogku ya.. http://vicrul07.blogspot.com/

      Delete
    2. salam kenal juga, Teknik Kimia Unmul ... :)
      sipp siip :D

      Delete
  3. kak , kasih endnote dong di dasar teorinya :D
    salam kenal aku dari UIN Malang-Kimia

    ReplyDelete