Kalian pasti punya teman dekat kan ? iya teman yang ada saat kalian bahagia ataupun bersedih. Yaa... aku juga punya. Disini aku bakal cerita tentang pertemanan kita.
Aku, Asrul yang sering kusapa dengan Abang, Habibi yang kusapa dengan Abi, dan Kharisma yang kusapa dengan Sasa. Suatu hari kami berempat pergi berlibur ke Bontang. Kami menginap dirumah Sasa yang tak jauh dari pelabuhan. Tujuan awal kami kesini memang liburan tapi pada awalnya Abang ingin mengusir sedihku yang sedang melanda lantaran aku baru saja patah hati karena diselingkuhin sama pacar aku yang sekarang telah jadi mantan pacarku. dan Abi dan Sasa pun ikut membantu mengusir sedih sekalian liburan.
Singkat cerita, pada sore hari kami jalan-jalan ke Singapur, tempat yang ada patung Singapurnya. Disana kami foto-foto dan minum es.
Malamnya kami sempatkan untuk menulis laporan, maklum kami masih baru saja menginjakkan kaki di Perguruan Tinggi. Menurut kami banyak sekali tugas-tugas yang harus kami kerjakan, sehingga pada saat liburan seperti ini pun kami masih sempat-sempatkan untuk mengerjakan laporan. Entah kami yang tak bisa membagi waktu atau memang tugas kami yang terlalu banyak. hhaa...
Sekitar jam sepuluh malam kami mulai jenuh mengerjakan laporan. Akhirnya kami putuskan untuk berjalan-jalan menghirup udara malam. Kami pergi kelabuhan yang tak jauh dari rumah Sasa. Terasa sekali angin laut, dan suara ombak yang memecah keheningan malam. Kami duduk di pinggir jalan yang seperti jembatan.
Hal yang aku ingat adalah di sana kami saling tukar cerita. dan yang benar-benar melekat di pikiranku sebagai kenangan yang sering bikin senyum-senyum sendiri adalah saat kami bermain teka-teki lucu. ini teka teki yang bikin ngakak :
Abi : "ini yaa aku kasi teka teki kalian jawab. Jadi ni ada truk bawa 10 ekor sapi, truknya jalan nii, kaki sapinya ada berapa ?" sambil senyum-senyum kecil
Aku, Abang, dan Sasa mikir, dan kami mulai mengalikan jika 1 ekor sapi kakinya 4, maka jika 10 ekor sapi haruslah dikali 4, 10x4=40
Sasa : "40 kan Bi jawabannya?"
Aku : "iya Bi, 40 kan, kan 10x4" jawab ku meyakinkan
Asrul menyimak apakah jawaban kami benar.
Abi : "salah" sambil tertawa
Aku : iya dong Bi, 40. trus kalo bukan 40 kakinya, ada berapa ?
Lama kami berfikir yang tak kunjung mendapat jawaban yang tepat. Akhirnya kami menyerah. Lalu Abi menjawab :
Abi : "Kaki sapinya ada 20 lah" Tertawa
Sasa : "loh kok 20 Bi kakinya ?"
Aku : "Iya Bi, mana bisa 20 kakinya, curang ni Abi ni"
Asrul iktut tertawa
Abi : "20 jumlah kakinya, kan tadi aku bilang didalam truk, ada 10 ekor sapi, nah truknya jalan, kakinya jadinya ada 20, soalnya tiap sapi kakinya yang dua lagi itu dipake buat pegangan, mobilnya goyang, takut jatoh sapinya hhaa.... iyaa kan? hhhhaaa" Sambil memeragakan sapi yang kedua kakinya pegangan di truk dan tertawa lebar
Aku, Sasa, dan Abang Tertawa pingkal-pingkal membayangkan sapi-sapi yang pegangan di dalam truk. hhaa...
Lalu Abi melanjutkan kembali
Abi " Trus kalo lampu merah, Kakinya sapinya ada berapa ?"
Aku, Sasa, Abang : Kami sepakat untuk menjawab 40 "40 kan Bi ?"
Abi : "hhaa.. iya 40. soalnya kan di lampu merah mobilnya gak goyang, jadi sapinya gak pegangan hhaa"
Disusul dengan kami yang ikut tertawa. Kemudian Abi melanjutkan teka-tekinya kembali
Abi : " trus.. kan truknya jalan lagi ni, nah trus truknya mau belok, berapa kaki sapinya?
banyak jawaban yang kami berikan kepada Abi, tapi jawaban kami tak sesuai, mulai dari 20, 40, tapi tetap saja salah. Akhirnya kami menyerah karna kami sudah terlalu lama berfikir
Abi : "hhhaa... nyerah ya. yasudah.. kakinya jadinya 19 dong"
Aku, Sasa, Asrul : "loh kok bisa 19 Bi? ahh bohong ni Abi ni"
Abi : " 19 dong kakinya, kan sapinya 10, truknya jalan jadi kakinya sisa 20 karena dunya buat pegangan, terus truknya mau belok, kaki sapinya sisa 19, soalnya yang satu di pake buat reting, jadi kai sapinya melambai-lambai" sambil memperagakan
Kami serentak tertawa terpingkal-pingkal sambil membayangkan sapi yang melambai-lambaikan kakinya untuk reting hhhaaa...
Setelah puas kami melepas penat. kamipun pulang untuk beristirahat.
*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*
Welcome
Minggu, 27 Januari 2013
Selasa, 22 Januari 2013
Kokoru Paper Hello Kitty
Ini Foto hasil karya ku :
Foto yang ini sama seperti post yang sebelumnya yaitu karya yang berbahan dasar dari kertas kokoru. Aku pun belajar melalu internet. Untuk karya yang ini ya lumayan bisa dibilang mirip ya dengan Hello Kitty :).
Kalian bisa pelajari juga di kokoru.co.id
Selamat menciptakan hasil karya kalian ^.^
Foto yang ini sama seperti post yang sebelumnya yaitu karya yang berbahan dasar dari kertas kokoru. Aku pun belajar melalu internet. Untuk karya yang ini ya lumayan bisa dibilang mirip ya dengan Hello Kitty :).
Kalian bisa pelajari juga di kokoru.co.id
Selamat menciptakan hasil karya kalian ^.^
Kokoru Paper
Ini foto hasil karya ku :
Foto ini adalah foto dari hasil karya yang aku pelajari dari internet, yang bahan dasarnya adalah kertas kokoru. Dari ujung sebelah kiri ada gambar cumi-cumi, trus ada kelinci yang mirip tikus hhee,, maklum masih belajar dan aku memang tak hebat dalam menggambar apalagi dalam hal mengkhyalkan sesuatu sehingga terkadang hasil kurang mirip bahkan terkadang sangat tak mirip, hhhaa. Trus ada angry bird merah. Nah sebelahnya itu sebenernya mau bikin babi yang di angry bird tapi ternyata gak mirip -_- harap maklum lagi ya. Sebelahnya.. itu apa ya yang warna merah.. hmmm... aku juga gak tau itu mirip dengan apa -_-" terserah yang liat aja deh beranggapan itu apaa, yang jelas itu hasil karya pertamaku :). Trus sebelahnya ada doraemon, mirip gak mirip di mirip-miripin aja yaa.. :p. Kemudian yang dibawah paling kiri ada binatang panda, niatnya emang bikin panda, tapi kenapa makin diliat makin diperhatikan gak mirip panda ya, malah terlihat seperti seekor anjing, hhee .. lagi-lagi aku harus berkata "Harap Maklum :p". Trus disebelahnya ada kodok, trus ada babi, dan ada bebek yang terkadang bebek itu lebih mirip dengan ayam hhhaa.... :D
Sekian deskripsi untuk gambar ini ^.^
kalian bisa pelajari juga karya karya dari kokoru paper ini, kalau mau belajar membuatnya, bisa kunjungi kokoru.co.id
Selamat membuat karya terbaik kalian :D
Senin, 21 Januari 2013
Kemana Langkah Menuju (Cerpen)
Kemana Langkah Menuju
Karen seorang perempuan berumur 20 tahun yang sekarang sedang
menempuh pendidikan S1 di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kota tempat
tinggalnya. Yah,, untuk umur 20 tahun memang seharusnya sudah menjadi wanita
yang dewasa, tapi tidak dengan Karen yang masih manja dan cengeng. Tapi pribadi
manja dan cengengnya hanya di tunjukkannya kepada keluarga dan hanya
orang-orang yang sangat kenal dan sangat sayang dengannya. Jika kalian tanya
kepada teman-temannya maka mereka akan menilai Karen adalah seorang wanita yang
kuat pendirian, tegar, dan agak sedikit tomoy. Itulah sosok Karen yang selama
ini sangat berbeda antara di luar rumah dan di dalam rumah.
Di Kampus Karen memiliki sahabat laki-laki yang bernama Ben. Ben
sangat baik, pintar, selalu mendapatkan IP tinggi di setiap semester dan sangat
cakep. Mereka layaknya seorang kekasih, sangat dekat dan sangat akrab. Karen
selalu menceritakan keluh kesah tentang pacarnya kepada Ben, dan Ben selalu
setia menjadi pendengar yang baik dan memberi saran kepada Karen sebagai
sahabat yang baik. Sampai akhirnya hubungan karen dengan pacarnya pun harus
berakhir. Seperti biasanya, karen pun bercerita semuanya kepada Ben, Ben pun
bisa menenangkan Karen.
Hari terus berganti, jam terus berdetak entah dari mana awalnya
rasa itu tumbuh secara perlahan. Entah siapa yang awalnya memulainya. Tanpa
sadar rasa itu makin hari makin bertambah. Ya.. rasa itu adalah rasa sayang
yang mereka rasakan lebih dari seorang sahabat. Tapi pada saat hampir menyadari
satu sama lain, Karen masih belum yakin akan hal itu, sehingga Karen masih
memilih untuk tetap dekat sama seorang laki-laki bernama Joshua. Karen pun
tetap menceritan tentang Joshua kepada Ben. Mungkin karena rasa cemburu yang
terlalu besar itu yang membuat Ben tak kuat untuk menahan rasa di dada nya.
Sehingga lambat laun semakin terlihat bahwa Ben sayang sama Karen.
Menyadari akan hal itu Karen pun memutuskan untuk tak lagi terlalu
dekat denngan Joshua.
Karen dan Ben pun dekat dengan sendirinya, menjadi hubungan yang
lebih dari sekedar sahabat, merasakan perasaan sayang yang lebih dari seorang
sahabat. Mereka belajar bareng, makan bareng, pergi dan pulang kekampus bareng
dan malam minggu pun bareng. Samapai semuanya terasa semakin nyata. Tapi, Karen
mulai merasa aneh dengan Ben yang tak kunjung-kunjung mengatakan cinta dan
memintanya untuk mejadi pacarnya. Karen pun memberanikan diri untuk bertanya
pada Ben.
Mereka pergi untuk makan Bakso dan di sana mereka bicarakan
semuanya. Seperti biasa Karen memasang muka yang sangat tegar, lalu bertanya
"jadi kita gimana ben ?" sambil meminum es teh
dihadapnnya
"gimana apanya Ren ?" dan Ben pun meminum es teh nya
karena mendadak tenggorokannya terasa tercekik kering
"hubungan kita gimana? kan aku sudah bilang di sms malam ini
mau minta kejelasan semuanya" Karen mulai menyantap bakso nya dengan
hati-hati karna panas
"kita makan dulu aja ya, gak enak kalo lagi makan ngomongin
ini" Ben segera menyantap makanannya
Lama mereka makan tanpa ada yang memecah keheningan, satu sama
lain sama-sama ada sesuatu yang difikirkan. berfikir keras tentag hubungan yang
tak kunjung jelas ini. Setelah dua-duanya selesai makan, percakapan pun mulai
dilanjutkan kembali.
"jadi gimana Ben?" Karen bertanya tak sabar, tapi
lagi-lagi dengan wajah tegar
"hhmmm... aku bingung harus mulai dari mana ngomongnya"
Ben kembali meminum es teh
"tinggal jawab aja Ben" Karen mulai gelisah
"aku gak tau harus ngomong apa, tapi aku minta maaf
sebelumnya, maaf banget Ren" Ben kembali minum untuk menenagkan dirinya,
sementara perasaan Karen sudah mulai tak tenang sepertinya Karen bisa menebak
ending dari cerita ini.
"Ren, sebenernya aku sayang sama kamu, *suaranya bergetar*
hanya saja aku belum siap Ren, aku gak dibolehkan sama orang tua ku. Dulu aku
pernah janji untuk gak pacaran dulu selama kuliah, maaf ya Ren" Ben
menahan sesak di dadanya
"ohh.. iya Ben kalo emang itu alasannya, aku juga gak bisa
maksa kamu, jadi kita ? gak kan?" Karen bertanya lagi untuk meyakinkan
diri dan menahan tangis yang mulai tumpah
"jadi, kayaknya kita ndak dulu deh, aku belum siap" Ben
memperjelas dengan tetap suaranya yang bergetar karna gugup
"iya udah kalo gitu Ben" Karen mulai tak bisa menahan
tangis
"tapi aku tetap mau kita tetap dekat kayak gini Ren" Ben
meminta agar Karen mau dengan tawarannya
"aku gak bisa Ben, aku gak bisa gini terus, ngejalanin
hubungan tanpa status, maaf Ben" Karen menahan sakit yang menghujam
jantungnya.
Tanpa banyak bicara Ben pun mengantar Karen ke rumahnya, dan Ben
langsung pamit pulang. sampai di kamar air mata Karen tumpah ruah, Ia duduk
dipojokaan
Kamarnya dan menekuk kakinya hingga kepalanya dibenamkan diantara
kedua lututnya. Hati Karen benar-benar sakit tak mampu rasanya melewati
hari-hari berikutnya. Tak hanya Karen, Ben pun merasakan hal yang sama,
merasakan sakit karena melepaskan orang yang sangat disayanginya.
Lama mereka sendiri-sendiri tak tegur sapa, dan saling diam,
sama-sama merasakan kesepian. Hingga akhirnya satu sama lain merasakan tak
dapat menahan rasa saying mereka. Entah siapa yang memulai nya kembali menjadi
seperti semuala. Mereka menjalani hari-hari bersama lagi, kayaknya seorang
kakasih. Yang mereka jalani sekarang adalah Hubungan Tanpa Status. Sudah hampir
satu tahun hubungan ini berlanjut dengan HTSan, sering kali Karen berusaha
bertanya tentang kejelasan dan jawabannya selalu sama. Ben gak bias pacaran
dengan Karen dengan alasan orang tuanya tak mengizinkan. Berkali-kali Karen
berfikir dan memutuskan untuk pergi karna Ia sadar hubungan yang mereka jalani
ini adalah salah, karena Karen merasa dengan HTS tidak ada kepastian sehingga
kapan saja salah satu dari mereka bias sa tersakita. Tapi Karena Besarnya rasa
sayang Karen kepada Ben, saat sekian kali Ia berkata akan pergi dan tak akan
kembali dan berkat bahwa ini adalah keputusan yang sudah bulat, entah angina pa
yang membawanya kembali lagi dan lagi kepada Ben.
Karen selalu berfikir apa bedanya Ia pacaran dan tak pacaran ?
hanya sekedar di status, lantas kenapa Ben tak ingin berpacaran saja atau
sekedar backstreet dengan orang tuanya. Tapi sekuat apapun Karen berfikir tetap
saja tak dapat mengubah keputusan Ben, Hubungan mereka tetap HTS. Semua
berjalan mengikuti alur, tapi Karen akan selalu berfikir ‘Lebih baik di
gantungin terus HTSan sama Ben, atau pergi dan kehilangan semua tentang Ben’
Dan HTS tetap menjadi status mereka sampai waktu yang belum
ditentukan sampai kapan
Oleh : Ita Trie
Wahyuni 21 Januari 2013 ~21.35
*~~~~~*
Ilona Yang Malang ( Cerpen )
Ilona Yang Malang
oleh :
(Silvia Yuliana)
Malam
itu aku tidur sangat nyenyak sekali yah… mungkin karena aku terlalu sibuk
seharian ini,, hingga pagi telah menjelang aku masih belum terbangun juga dari
tidurku dan dari mimpi indahku,,,tiba-tiba terdengar suara samar-samar dari luar
kamarku memanggil namaku…
“Hanaaaaa!!!” (dengan suara
khas lembutnya mama sambil mengetuk pintu kamarku) Akupun segera bangkit dari
tempat tidurku lalu membukakan pintu..
“Iya
mahhhh…Hana bangun niihhh” sambil mengucek-ngucek mata aku melihat samara-samar
tepat di hadapanku sudah ada mama. Tak lama perkataan mama membuat aku langsung
melek “Hana ini sudah hampir jam 7 pagi. Ayoo siap-siap sekolah nanti kamu terlambat nak!”
Aku langsung terkejut “Apah mahhh ? udah hampir jam 7
pagi mah? iya mah hana
siap-siap dulu,, makasih yaa mah udah bangunin hana”
Tanpa berfikir panjang akupun
langsung bergegas untuk siap-siap sekolah Hmmm,,sampai harus mengeluarkan
jurus mandi bebek,, hehe,,, alias mandinya
cepet banget Cuma beberapa menit saja, lalu aku cepat-cepat berpakaian seragam
dan menyiapkan buku pelajaran yang akan aku gunakan hari ini. Setelah selesai
sarapan kilat, aku berangkat kesekolah, sekolah ku tidak begitu jauh dari
rumahku jadi aku hanya berjalan kaki saja menuju sekolahku,,
Tapi, karena jam sudah menunjukkan
pukul 7.20 aku berlari-lari kecil menuju sekolah. Tiba dipintu gerbang ternyata
pak satpam tengah berdiri didekat pagar dan sudah hampir menutup pintu
gerbangnya, aku langsung menerobos masuk sambil tersenyum kearah pak satpam
(dalam hati aku berguman, Fuiiiih,,,untunglah masih sempat untuk masuk )
melihat tingkahku pak satpam tadi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, Mungkin
satpam itu sudah sangat hafal dengan tingkah anak-anak yang sering terlambat
masuk sekolah,, Heheee,,,, aku sih masih biasa saja hanya menerobos sedikit, biasanya
teman-temanku malah ada yang rela manjat pagar segala kalau gak dubukain.
Hmmmm setibanya aku didepan kelas
ternyata kelasku masih riuh, itu pertanda kalau gurunya belum datang. Aku
menghela nafas panjang sambil tersenyum kecil ufhhhh,,, leganyaaaa…
Tiba-tiba kelas ku menjadi diam
tanpa suara,,suara yang riuh ramai tadi langsung hening yang terdegar hanya
suara bisik-bisik,dan ada juga yang mencibir dengan pelan sambil melihat kearah
pintu kelas yang ternyata tengah berdiri disana Miss Ilona. Yahhh,,, si “Ilona”
Ilona Ledy tepatnya. Dia merupakan satu-satunya gadis terkaya disekolahku,
maklum papahnya pejabat, Tapi gak sedikit yang benci dengan dia karena memang
watak dan sifanya yang angkuh dan kurang bersahabat. Kalau Ilona yang telat
datang kesekolah gak mungkin deh sampai ada momen menerobos pintu gerbang, apalagi
sampai harus manjat pagar segala. Malahan pak satpam akan membukakan pintu
gerbang dengan lebar sambil nyengir-nyengir kuda. Itu dikarenakan ayahnya Ilona
merupakan penyumbang terbesar disekolahku. Itu yang membuat para guru, Kepsek
sampai pak satpam pun hanya mangguk-mangguk dengan pelanggaran-pelanggaran yang
dibuat oleh Miss Ilona.
Walaupun begitu aku satu-satunya
orang yang mau berteman dekat dengannya bahkan bisa dibilang kami bersahabat, toh
Si Miss Ilona gak pernah membuat aku sampai benar-benar merasa tersinggung
dengan perkataannya. Hanya saja terkadang sikapnya memang menjengkelkan seperti
mau menang sendiri yahhh inilah sikap yang kebanyakan dimiliki oleh orang kaya.
Maunya menang sendiri, egonya tinggi, Fuiihh tapi aku tetap mengambil sisi
positif dari Miss Ilona mungkin dia seperti itu hanya karena kurang perhatian
dari orang tuanya, dia belum banyak belajar bagaimana caranya menghormati orang
lain dan bersikap bersahabat dengan orang lain
seperti yang telah diajarkan oleh mamahku.
Dalam
hati aku berkata,Ohhh tuhan walaupun aku berasal dari keluarga yang biasa saja
tapi aku sangat lebih beruntung dari Ilona karena aku punya mama yang selalu
bisa megajarkan aku banyak hal, menyemangatiku, dan selalu memperhatikanku. Yahhh
karena hal itu lah yang gag akan bisa dibeli dari orang sekaya apapun,Love My
Family.
Gag
kerasa Jam pelajaran ke dua dan jam palajaran ke tiga selesai, hari ini rasanya
sekolah cepat berakhir,mungkin karena jam pertama tadi gag ada guru jadi ada
waktu santai sejenak.
Baru
melangkahkan kaki keluar Ilona memanggilku dengan cukup nyaring hingga membuat
langkahku terhenti, agaknya suaranya ilona tidak terdengar seperti biasanya,hemmm
kenapa aku baru menyadarinya yahhh, Ilona memang terlihat agak sedikit murung
hari ini. Yahhh, dia juga gag terlihat sombong seperti biasanya, wajahnya
sendu.
Ilona
memanggilku “Hana”. Aku segera menjawab “Ya…Ilona!” aku menatap matanya dalam-dalam terlihat memang seperti ada sesuatu yang
sedang dipikirkannya,bola matanya yang indah tidak lagi terlihat segar dan
cerah melainkan sayu dan kemerahan,seperti habis menangis. Ada apa yah dengan Ilona ? aku bertanya dalam
hati.
“Kenapa Ilona” lanjutku. Lalu Ilona menjawab dengan suaranya yang
serak-serak, suara orang yang baru saja selesai
menangis “Hana ,,,kamu mau
gag temenin aku dirumah hari ini? mau kan Han? Cuma kamu yang
mau temenin
aku, aku gag punya temen lagi han ? please ?” dengan
wajah polos dan
memelas.
Fuiiihh,,,
mana mungkin aku tega kalau Ilona sudah meminta seperti itu,toh selama ini juga
dia banyak membantuku soal pelajaran. Ilona kan
pintar jadi kalau aku tidak mengerti dia juga yang mengajarkan aku yahhh,,, walaupun
dengan gaya
seombongnya tapi itu malah memacu semangatku untuk bisa cepat mengerti.
“Emangnya
ortu kamu lagi gag ada dirumah lagi ya?” Aku bertanya dan tentunya aku sudah
tau jawabannya dalam hati aku berkata, lagi? yah karena memang selalu begitu
aku selalu menemaninya dirumah walaupun dirumahnya itu aku dan Ilona Cuma
bercerita-cerita,makan bersama atau melakukan hal-hal aneh tapi Ilona cukup
senang.. ortunya memang gag pernah ada dirumah sibuk dengan pekerjannya
masing-masing, Ilona anak tunggal,, jelas saja dia merasa sepi sekali. Tapi
kenapa hari ini dia begitu terlihat sangat ingin ditemenin yah?
“Iya han biasalah,mau kan ? langsung aja yah han? nanti kamu telpon
mamah kamu kalau
kamu lagi dirumahku !” Jawab Ilona masih dengan suara yang serak-serak. Aku
segera menjawab tanda setuju “Ok Ilona”.
Sepanjang
perjalanan kerumahnya Ilona , Ilona Cuma diam aja, aku juga bingung mau
menanyakan hal apa yang sedang dipikirkannya, aku takut dia marah kalau aku
menanyakan persoalan pribadinya, karena walaupun bersahabat kita punya batasan-batasannya yang mana yang harus
diceritakan dan yang mana yang gag harus diceritakan ke orang lain. Itu juga
yang diajarkan mamaku kepadaku. Sementara aku sambil menelpon mamahku meminta
ijin kalau aku belum pulang karena Ilona memintaku menemaninya, dan mamahku pun
mengizinkanku dan tak lupa mama mengingatkanku untuk makan siang. Ohh… beruntungnya
aku punya mama yang selalu memperhatikanku.
Sesampainya
dirumah Ilona seperti biasanya sangat sepii,aku dan Ilona langsung menuju ruang
makan. Makan siang sudah tersedia di atas meja, tidak heran karena rumah Ilona mempunyai pembantu.
Kami pun langsung melahap habis semua makanan yang ada. Setelah selesai kami
beristirahat di kamar Ilona. Tak lama Ilona menangis terisak-isak. Aku tak tau pasti
apa yang membuat Ilona menangis. Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya
pada Ilona.
“Ilona,Kenapa
kamu menangis ?” Lalu dengan wajahnya Ilona yang sendu ia Berkata “Aku gak papa
Han.” Aku tak yakin dengan jawaban Ilona, Lalu segera aku bertanya untuk kedua
kalinya “Kamu yakin gak papa Na ? Aku udah kenal lama sama kamu Na,, aku tau
kamu gak akan secengeng ini kalau bukan karena sesuatu yang sangat membuat kamu sedih.”
Ilona langsung memeluk tubuhku
dengan erat sambil menangis dengan sangat kencang sambil berkata “Aku gak tau
Han mesti cerita sama siapa, Cuma kamu Han yang mau berteman sama aku.” Akhirnya
Ilona membukakan mulutnya untuk bercerita kepadaku. Langsung saja bertanya
apakah sebenarnya yang terjadi “Ya udah Na, sekarang coba deeh ceritain kenapa
kamu nangis kaya gini Na? Siapa tahu aja aku bisa bantu Na.”
Sambil mengelap
air mata yang menetes di pipinya Ilona mulai bercerita kepadaku, “Sebenernya ku
kangen Han ma ortu aku,, aku sedih mereka gak pernah ada waktu buat aku.”
Jujur
saja aku tak percaya dengan apa yang baru dikatakan oleh Ilona. Tapi aku
mencoba untuk tidak begitu menampakkannya kepada Ilona “Ya ampun Na, di balik
sombongnya kamu ternyata kamu sesedih ini. Anak-anak pikir hidup kamu itu enak
banget Na, soalnya apa aja yang kamu mau pasti terpenuhi Na, kamu kan anaknya orang kaya Na.”
Ilona lanjut bercerita “Aku tau Han, aku memang apa maunya aku selalu terpenuhi.
Tapi sebenarnya aku gak butuh semua kemewahan ini Han, percuma aja kalau rumah
ini Cuma di penuhi dengan barang-barang mewah tapi gak ada sama sekali meraka
peduliin kalau aku butuh mereka.”
Aku turut prihatin dengan apa yang
di alamin oleh Ilona. Selama ini di mataku dia adalah seorang gadis yang sangat
beruntung karena semua yang ia miliki dipenuhi dengan kemewahan. Seorang Ilona
yang selama ini dikenal dengan sesosok yang sombong ternyata di balik
sombongnya itu adalah karena ia sangat sedih dengan keadaan keluargannya yang
tak pernah kumpul bareng walaupun hanya menyempatkan waktu untuk makan bersama
aja ia tak pernah dapatkan.
Aku
mencoba untuk memberikan solusi “Kamu udah pernah coba ngomong soal ini gak Na
ke ortu kamu, biar mereka ngerti sebenanya apa yang pengenin tu bukan
kemewahan. Tapi, perhatian dan kasih sayang dari mereka yang paling kamu
butuhin.”
Tapi
ternyata raut wajah Ilona tambah murung. Air matanya menetes lagi dan bercerita
lagi “Gimana aku bisa ngomong ma mereka Han, mereka selalu pulang kerja tengah
malam dan saat itu aku sudah terlelap. Paginya aku bangun mereka sudah pergi
kerja lagi. Aku hampir tak pernah melihat wajah Ayah dan Ibuku lagi.”
Aku sangat jelas melihat raut wajah
Ilona yang sangat sedih. Lalu aku memutuskan untuk mengajak Ilona menginap di
rumahku. Aku merasa sudah sangat dengan Ilona, aku ingin dia juga mendapatkan
perhatian dan kasih sayang yang selama ini aku dapatkan dari mamahku. Setibanya
di rumahku, Ilona di sambut dengan senyuman hangat dari keluargaku. Ia pun
langsung tersenyum dengan manis. Wajahnya Ilona yang sangat cantik itu memang
tak pantas dibasahi dengan air mata, tetapi dengan senyuman lah yang sangat
cocok baginya.
Sementara waktu ini, Ilona tinggal
bersama aku dan keluargaku. Dan tanpa sepengetahuan Ilona aku meghubungi orang
tuanya. Memang tak mudah untuk bertemu dengan orang tua Ilona yang super sibuk
itu, tapi aku tetap berjuang. Tiap hari aku mendatangi kantor orang tua Ilona.
Orang tua Ilona memang bekerja di satu perusahaan yang sama. Akhirnya setelah
berhari-hari aku bolak balik ke kantor mereka dan membuat janji untuk bertemu,
tibalah hari ini aku bertemu dengan orang tua Ilona.
Awalnya aku tak tau harus memulai
pembicaraan dari mana, Ayahnya Ilona
masih sibuk dengan kertas-kertas yang berserakan di atas meja kerjanya,
sedangkan Ibunda Ilona sudah berada tepat di hadapanku. Lalu tak lama kemudian
setelah Ayahnya Ilonq selesai membereskan kertas-kertasnya, Ia pun ikut duduk
bersama aku dan Ibunda Ilona.
Aku langsung saja menjelaskan apa
maksud dan tujuan aku datang menemui mereka. Aku menceritakan semua keluh kesah
yang di rasakan oleh Ilona selama ini. Orang tua Ilona sangat kaget mendengar
semua ini. Tak lama kemudian Ibunda Ilona menangis, ia sangat sedih karena
merasa tak pernah memberi perhatian kepada anakknya itu. Padahal ia bekerja
keras dan apa yang ia lakukan hanya semata-mata agar semua yang Ilona butuhkan
terpenuhi.
Setelah aku selesai membicarakan ini
semua aku pamit pulang. Tenyata setelah aku pulang, orang tua Ilona membicarakan
mesalah keluarga mereka. Aku hanya berdoa semoga orang tua Ilona dapat mengerti
apa yang diinginkan oleh anaknya itu.
Tiga
hari lagi tepat tanggal 01 Desember 2009, pada hari itu Ilona berulang tahun
tepat pada usianya yang ke 17. Hari ini aku mendapat telepon dari orang tua
Ilona. Tak kusangka ternyata orang tua Ilona telah merencanakan untuk pesta
ulang tahun anaknya. Aku diberi tugas untuk membagikan undangan ke teman-teman,
tentunya ini adalah acara yang tidak di ketahui oleh Ilona. Karena kami akan
menjadikan ini adalah kejutan untuk dia.
Tiga
malam ini aku sengaja mngajak Ilona menginap di rumahku agar ia tidak tahu
bahwa di rumahnya sana ,
orang tuanya telah menyiapkan kejutan yang sangat ia inginkan.
Hari
ini tepat hari ulang tahun Ilona, kami semua teman-teman Ilona sengaja tidak
memberikan ucapan. Hehe.. memang sih ini usulku. Setelah pelajaran selesai aku
melihat raut wajah Ilona yang sangat
sedih bercampur kesal. Aku tahu persis apa yang ada di benaknya. Aku
mengajak Ilona pulang kerumahku. Sesampainya di rumahku ia pun tak mendapatkan
ucapan dari satu orang pun. Akhirnya kita makan siang lalu bergegas untuk tidur
siang.
Jam
telah menunjukkan pukul 07 malam, malam ini aku dan Ilona telah berjanji akan
pergi umtuk berjalan-jalan. Kami pun pamit dengan orang tuaku, tak lupa mamahku
memberikan pesan kepada kami agar kami berhati-hati dan tidak pulang larut malam.
Mobil Ilona melaju dengan cepatnya, aku tahu bahwa ia sangat kesal. Saat di
tengah perjalanan twntunya lokasinya dekat dengan rumah Ilona aku meminta Ilona
untuk mengjakku ke rumahnya karena aku sedang kebelet buang air kecil. Tanpa
berfikir panjang Ilona membawaku ke rumanya.
Sesampainya
di halaman rumah Ilona, seperti hari-hari sebelumya rumah ini tampak sepi
sekali. Awalnya Ilona tak ingin mengantarku sampai dalam, ia hanya ingin
meunggu di mobil saja. Tapi dengan paksaanku ia pun akhirnya turun dari mobol
dengan berat hati. Kami pun langsung masuk kedalam rumah Ilona. Pada saat Ilona
membuka pintu, lampu di ruang tamunya itu tidak menyala. Sambil mengomel-ngomel
sendiri ia menyalakn lampunya. Pada saat yang bersamaan itulah teman-teman
berteriak Happy Brithday Ilona.
Setelah itu mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Kebahagiaan
sangat terlihat jelas di mata Ilona. Setelah selesai meyanyi masih ada kejutan
lagi buat Ilona. Dari tengah-tengah kerumbunan itu tak lama ayah dan ibundanya
Ilona keluar sambil membawakan kue ulang tahun dengan lilin yang bertuliskan
17. Air mata mengalir dari mata Ilona, membasahi pipinya. Ia langsung memeluk
kedua orang tuanya itu. Acara pun dimulai Semua teman-teman bersenang-senang,
Ilona pun mengucapkan terima kasih kepadaku. Tepat pukul 10 malam acarapun
selesai.
Aku
ingin pamit pulang tapi sebelum itu Ilona memintaku untuk foto bersama
keluarganya dan aku langsung setuju. Kemudian Ilona memberi tahu ku tentang
recana Ibundanya yang berhenti kerja untuk memperhatikan Ilona. Ilona sangat
senang dan ia pun memelukku. Akhirnya Ilona menjadi seorang gadis yang
mempunyai semuanya. Sejak hari itu sikap Ilona yang selalu sombong ini telah
berubah. Ia sangat baik dan ramah terhadap siapa saja. Aku sangat senang Ilona
bahagia. Persahabatan aku dan Ilona semakin erat dan kami tidak akan
terpisahkan.
*SELESAI*
Laporan Kimia Fisika Kalorimeter
Silahkan download filenya di :
http://www.ziddu.com/download/21394171/percobaan1kalorimeter.docx.html
Semoga Bermanfaat :)
http://www.ziddu.com/download/21394171/percobaan1kalorimeter.docx.html
Semoga Bermanfaat :)
Laporan Kimia Fisika Ikatan Hidrogen
Silahkan download filenya di :
http://www.ziddu.com/download/21394180/Percobaan2ikatanhidrogen.docx.html
Semoga bermanfaat :)
Langganan:
Entri (Atom)

