Selamat Datang

Semoga blog ini bermanfaat, oleh Ita Trie Wahyuni
"Seorang PEMENANG tidak akan pernah MENYERAH, karena hanya yang MENYERAH tidak akan pernah MENANG"

Minggu, 27 Januari 2013

Teka teki sapi di pertemanan kami

Kalian pasti punya teman dekat kan ? iya teman yang ada saat kalian bahagia ataupun bersedih. Yaa... aku juga punya. Disini aku bakal cerita tentang pertemanan kita.

Aku, Asrul yang sering kusapa dengan Abang, Habibi yang kusapa dengan Abi, dan Kharisma yang kusapa dengan Sasa. Suatu hari kami berempat pergi berlibur ke Bontang. Kami menginap dirumah Sasa yang tak jauh dari pelabuhan. Tujuan awal kami kesini memang liburan tapi pada awalnya Abang ingin mengusir sedihku yang sedang melanda lantaran aku baru saja patah hati karena diselingkuhin sama pacar aku yang sekarang telah jadi mantan pacarku. dan Abi dan Sasa pun ikut membantu mengusir sedih sekalian liburan.
Singkat cerita, pada sore hari kami jalan-jalan ke Singapur, tempat yang ada patung Singapurnya. Disana kami foto-foto dan minum es.

Malamnya kami sempatkan untuk menulis laporan, maklum kami masih baru saja menginjakkan kaki di Perguruan Tinggi. Menurut kami banyak sekali tugas-tugas yang harus kami kerjakan, sehingga pada saat liburan seperti ini pun kami masih sempat-sempatkan untuk mengerjakan laporan. Entah kami yang tak bisa membagi waktu atau memang tugas kami yang terlalu banyak. hhaa...

Sekitar jam sepuluh malam kami mulai jenuh mengerjakan laporan. Akhirnya kami putuskan untuk berjalan-jalan menghirup udara malam. Kami pergi kelabuhan yang tak jauh dari rumah Sasa. Terasa sekali angin laut, dan suara ombak yang memecah keheningan malam. Kami duduk di pinggir jalan yang seperti jembatan.
Hal yang aku ingat adalah di sana kami saling tukar cerita. dan yang benar-benar melekat di pikiranku sebagai kenangan yang sering bikin senyum-senyum sendiri adalah saat kami bermain teka-teki lucu. ini teka teki yang bikin ngakak :

Abi : "ini yaa aku kasi teka teki kalian jawab. Jadi ni ada truk bawa 10 ekor sapi, truknya jalan nii, kaki sapinya ada berapa ?" sambil senyum-senyum kecil

Aku, Abang, dan Sasa mikir, dan kami mulai mengalikan jika 1 ekor sapi kakinya 4, maka jika 10 ekor sapi haruslah dikali 4, 10x4=40

Sasa : "40 kan Bi jawabannya?"

Aku : "iya Bi, 40 kan, kan 10x4" jawab ku meyakinkan

Asrul menyimak apakah jawaban kami benar.

Abi : "salah" sambil tertawa

Aku : iya dong Bi, 40. trus kalo bukan 40 kakinya, ada berapa ?

Lama kami berfikir yang tak kunjung mendapat jawaban yang tepat. Akhirnya kami menyerah. Lalu Abi menjawab :

Abi : "Kaki sapinya ada 20 lah" Tertawa

Sasa : "loh kok 20 Bi kakinya ?"

Aku : "Iya Bi, mana bisa 20 kakinya, curang ni Abi ni"

Asrul iktut tertawa

Abi : "20 jumlah kakinya, kan tadi aku bilang didalam truk, ada 10 ekor sapi, nah truknya jalan, kakinya jadinya ada 20, soalnya tiap sapi kakinya yang dua lagi itu dipake buat pegangan, mobilnya goyang, takut jatoh sapinya hhaa.... iyaa kan? hhhhaaa" Sambil memeragakan sapi yang kedua kakinya pegangan di truk dan tertawa lebar

Aku, Sasa, dan Abang Tertawa pingkal-pingkal membayangkan sapi-sapi yang pegangan di dalam truk. hhaa...
Lalu Abi melanjutkan kembali

Abi " Trus kalo lampu merah, Kakinya sapinya ada berapa ?"

Aku, Sasa, Abang : Kami sepakat untuk menjawab 40 "40 kan Bi ?"

Abi : "hhaa.. iya 40. soalnya kan di lampu merah mobilnya gak goyang, jadi sapinya gak pegangan hhaa"

Disusul dengan kami yang ikut tertawa. Kemudian Abi melanjutkan teka-tekinya kembali

Abi : " trus.. kan truknya jalan lagi ni, nah trus truknya mau belok, berapa kaki sapinya?

banyak jawaban yang kami berikan kepada Abi, tapi jawaban kami tak sesuai, mulai dari 20, 40, tapi tetap saja salah. Akhirnya kami menyerah karna kami sudah terlalu lama berfikir


Abi : "hhhaa... nyerah ya. yasudah.. kakinya jadinya 19 dong"

Aku, Sasa, Asrul : "loh kok bisa 19 Bi? ahh bohong ni Abi ni"

Abi : " 19 dong kakinya, kan sapinya 10, truknya jalan jadi kakinya sisa 20 karena dunya buat pegangan, terus truknya mau belok, kaki sapinya sisa 19, soalnya yang satu di pake buat reting, jadi kai sapinya melambai-lambai" sambil memperagakan

Kami serentak tertawa terpingkal-pingkal sambil membayangkan sapi yang melambai-lambaikan kakinya untuk reting hhhaaa...

Setelah puas kami melepas penat. kamipun pulang untuk beristirahat.


*~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~*



Selasa, 22 Januari 2013

Kokoru Paper Hello Kitty

Ini Foto hasil karya ku :

Foto yang ini sama seperti post yang sebelumnya yaitu karya yang berbahan dasar dari kertas kokoru. Aku pun belajar melalu internet. Untuk karya yang ini ya lumayan bisa dibilang mirip ya dengan Hello Kitty :).
Kalian bisa pelajari juga di kokoru.co.id
Selamat menciptakan hasil karya kalian ^.^


Kokoru Paper

Ini foto hasil karya ku :




Foto ini adalah foto dari hasil karya yang aku pelajari dari internet, yang bahan dasarnya adalah kertas kokoru. Dari ujung sebelah kiri ada gambar cumi-cumi, trus ada kelinci yang mirip tikus hhee,, maklum masih belajar dan aku memang tak hebat dalam menggambar apalagi dalam hal mengkhyalkan sesuatu sehingga terkadang hasil kurang mirip bahkan terkadang sangat tak mirip, hhhaa. Trus ada angry bird merah. Nah sebelahnya itu sebenernya mau bikin babi yang di angry bird tapi ternyata gak mirip -_- harap maklum lagi ya. Sebelahnya.. itu apa ya yang warna merah.. hmmm... aku juga gak tau itu mirip dengan apa -_-" terserah yang liat aja deh beranggapan itu apaa, yang jelas itu hasil karya pertamaku :). Trus sebelahnya ada doraemon, mirip gak mirip di mirip-miripin aja yaa.. :p. Kemudian yang dibawah paling kiri ada binatang panda, niatnya emang bikin panda, tapi kenapa makin diliat makin diperhatikan gak mirip panda ya, malah terlihat seperti seekor anjing, hhee .. lagi-lagi aku harus berkata "Harap Maklum :p". Trus disebelahnya ada kodok, trus ada babi, dan ada bebek yang terkadang bebek itu lebih mirip dengan ayam hhhaa.... :D 
Sekian deskripsi untuk gambar ini ^.^
kalian bisa pelajari juga karya karya dari kokoru paper ini, kalau mau belajar membuatnya, bisa kunjungi kokoru.co.id
Selamat membuat karya terbaik kalian :D

Senin, 21 Januari 2013

Kemana Langkah Menuju (Cerpen)



Kemana Langkah Menuju

Karen seorang perempuan berumur 20 tahun yang sekarang sedang menempuh pendidikan S1 di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Kota tempat tinggalnya. Yah,, untuk umur 20 tahun memang seharusnya sudah menjadi wanita yang dewasa, tapi tidak dengan Karen yang masih manja dan cengeng. Tapi pribadi manja dan cengengnya hanya di tunjukkannya kepada keluarga dan hanya orang-orang yang sangat kenal dan sangat sayang dengannya. Jika kalian tanya kepada teman-temannya maka mereka akan menilai Karen adalah seorang wanita yang kuat pendirian, tegar, dan agak sedikit tomoy. Itulah sosok Karen yang selama ini sangat berbeda antara di luar rumah dan di dalam rumah.

Di Kampus Karen memiliki sahabat laki-laki yang bernama Ben. Ben sangat baik, pintar, selalu mendapatkan IP tinggi di setiap semester dan sangat cakep. Mereka layaknya seorang kekasih, sangat dekat dan sangat akrab. Karen selalu menceritakan keluh kesah tentang pacarnya kepada Ben, dan Ben selalu setia menjadi pendengar yang baik dan memberi saran kepada Karen sebagai sahabat yang baik. Sampai akhirnya hubungan karen dengan pacarnya pun harus berakhir. Seperti biasanya, karen pun bercerita semuanya kepada Ben, Ben pun bisa menenangkan Karen.

Hari terus berganti, jam terus berdetak entah dari mana awalnya rasa itu tumbuh secara perlahan. Entah siapa yang awalnya memulainya. Tanpa sadar rasa itu makin hari makin bertambah. Ya.. rasa itu adalah rasa sayang yang mereka rasakan lebih dari seorang sahabat. Tapi pada saat hampir menyadari satu sama lain, Karen masih belum yakin akan hal itu, sehingga Karen masih memilih untuk tetap dekat sama seorang laki-laki bernama Joshua. Karen pun tetap menceritan tentang Joshua kepada Ben. Mungkin karena rasa cemburu yang terlalu besar itu yang membuat Ben tak kuat untuk menahan rasa di dada nya. Sehingga lambat laun semakin terlihat bahwa Ben sayang sama Karen.
Menyadari akan hal itu Karen pun memutuskan untuk tak lagi terlalu dekat  denngan Joshua.

Karen dan Ben pun dekat dengan sendirinya, menjadi hubungan yang lebih dari sekedar sahabat, merasakan perasaan sayang yang lebih dari seorang sahabat. Mereka belajar bareng, makan bareng, pergi dan pulang kekampus bareng dan malam minggu pun bareng. Samapai semuanya terasa semakin nyata. Tapi, Karen mulai merasa aneh dengan Ben yang tak kunjung-kunjung mengatakan cinta dan memintanya untuk mejadi pacarnya. Karen pun memberanikan diri untuk bertanya pada Ben.
Mereka pergi untuk makan Bakso dan di sana mereka bicarakan semuanya. Seperti biasa Karen memasang muka yang sangat tegar, lalu bertanya
 "jadi kita gimana ben ?" sambil meminum es teh dihadapnnya
"gimana apanya Ren ?" dan Ben pun meminum es teh nya karena mendadak tenggorokannya terasa tercekik kering
"hubungan kita gimana? kan aku sudah bilang di sms malam ini mau minta kejelasan semuanya" Karen mulai menyantap bakso nya dengan hati-hati karna panas
"kita makan dulu aja ya, gak enak kalo lagi makan ngomongin ini" Ben segera menyantap makanannya
Lama mereka makan tanpa ada yang memecah keheningan, satu sama lain sama-sama ada sesuatu yang difikirkan. berfikir keras tentag hubungan yang tak kunjung jelas ini. Setelah dua-duanya selesai makan, percakapan pun mulai dilanjutkan kembali.
"jadi gimana Ben?" Karen bertanya tak sabar, tapi lagi-lagi dengan wajah tegar
"hhmmm... aku bingung harus mulai dari mana ngomongnya" Ben kembali meminum es teh
"tinggal jawab aja Ben" Karen mulai gelisah
"aku gak tau harus ngomong apa, tapi aku minta maaf sebelumnya, maaf banget Ren" Ben kembali minum untuk menenagkan dirinya, sementara perasaan Karen sudah mulai tak tenang sepertinya Karen bisa menebak ending dari cerita ini.
"Ren, sebenernya aku sayang sama kamu, *suaranya bergetar* hanya saja aku belum siap Ren, aku gak dibolehkan sama orang tua ku. Dulu aku pernah janji untuk gak pacaran dulu selama kuliah, maaf ya Ren" Ben menahan sesak di dadanya
"ohh.. iya Ben kalo emang itu alasannya, aku juga gak bisa maksa kamu, jadi kita ? gak kan?" Karen bertanya lagi untuk meyakinkan diri dan menahan tangis yang mulai tumpah
"jadi, kayaknya kita ndak dulu deh, aku belum siap" Ben memperjelas dengan tetap suaranya yang bergetar karna gugup
"iya udah kalo gitu Ben" Karen mulai tak bisa menahan tangis
"tapi aku tetap mau kita tetap dekat kayak gini Ren" Ben meminta agar Karen mau dengan tawarannya
"aku gak bisa Ben, aku gak bisa gini terus, ngejalanin hubungan tanpa status, maaf Ben" Karen menahan sakit yang menghujam jantungnya.
Tanpa banyak bicara Ben pun mengantar Karen ke rumahnya, dan Ben langsung pamit pulang. sampai di kamar air mata Karen tumpah ruah, Ia duduk dipojokaan
Kamarnya dan menekuk kakinya hingga kepalanya dibenamkan diantara kedua lututnya. Hati Karen benar-benar sakit tak mampu rasanya melewati hari-hari berikutnya. Tak hanya Karen, Ben pun merasakan hal yang sama, merasakan sakit karena melepaskan orang yang sangat disayanginya.
Lama mereka sendiri-sendiri tak tegur sapa, dan saling diam, sama-sama merasakan kesepian. Hingga akhirnya satu sama lain merasakan tak dapat menahan rasa saying mereka. Entah siapa yang memulai nya kembali menjadi seperti semuala. Mereka menjalani hari-hari bersama lagi, kayaknya seorang kakasih. Yang mereka jalani sekarang adalah Hubungan Tanpa Status. Sudah hampir satu tahun hubungan ini berlanjut dengan HTSan, sering kali Karen berusaha bertanya tentang kejelasan dan jawabannya selalu sama. Ben gak bias pacaran dengan Karen dengan alasan orang tuanya tak mengizinkan. Berkali-kali Karen berfikir dan memutuskan untuk pergi karna Ia sadar hubungan yang mereka jalani ini adalah salah, karena Karen merasa dengan HTS tidak ada kepastian sehingga kapan saja salah satu dari mereka bias sa tersakita. Tapi Karena Besarnya rasa sayang Karen kepada Ben, saat sekian kali Ia berkata akan pergi dan tak akan kembali dan berkat bahwa ini adalah keputusan yang sudah bulat, entah angina pa yang membawanya kembali lagi dan lagi kepada Ben.
Karen selalu berfikir apa bedanya Ia pacaran dan tak pacaran ? hanya sekedar di status, lantas kenapa Ben tak ingin berpacaran saja atau sekedar backstreet dengan orang tuanya. Tapi sekuat apapun Karen berfikir tetap saja tak dapat mengubah keputusan Ben, Hubungan mereka tetap HTS. Semua berjalan mengikuti alur, tapi Karen akan selalu berfikir ‘Lebih baik di gantungin terus HTSan sama Ben, atau pergi dan kehilangan semua tentang Ben’
Dan HTS tetap menjadi status mereka sampai waktu yang belum ditentukan sampai kapan

Oleh : Ita Trie Wahyuni 21 Januari 2013 ~21.35
*~~~~~*

Ilona Yang Malang ( Cerpen )


Ilona Yang Malang
oleh :
(Silvia Yuliana)

Malam itu aku tidur sangat nyenyak sekali yah… mungkin karena aku terlalu sibuk seharian ini,, hingga pagi telah menjelang aku masih belum terbangun juga dari tidurku dan dari mimpi indahku,,,tiba-tiba terdengar suara samar-samar dari luar kamarku memanggil namaku…
                  “Hanaaaaa!!!” (dengan suara khas lembutnya mama sambil mengetuk pintu kamarku) Akupun segera bangkit dari tempat tidurku lalu membukakan pintu..
“Iya mahhhh…Hana bangun niihhh” sambil mengucek-ngucek mata aku melihat samara-samar tepat di hadapanku sudah ada mama. Tak lama perkataan mama membuat aku langsung melek “Hana ini sudah hampir jam 7 pagi. Ayoo siap-siap sekolah nanti kamu   terlambat nak!”
Aku langsung terkejut “Apah mahhh ? udah hampir jam 7 pagi mah? iya mah hana
siap-siap dulu,, makasih yaa mah udah bangunin hana”
            Tanpa berfikir panjang akupun langsung bergegas untuk siap-siap sekolah Hmmm,,sampai harus mengeluarkan jurus  mandi bebek,, hehe,,, alias mandinya cepet banget Cuma beberapa menit saja, lalu aku cepat-cepat berpakaian seragam dan menyiapkan buku pelajaran yang akan aku gunakan hari ini. Setelah selesai sarapan kilat, aku berangkat kesekolah, sekolah ku tidak begitu jauh dari rumahku jadi aku hanya berjalan kaki saja menuju sekolahku,,
            Tapi, karena jam sudah menunjukkan pukul 7.20 aku berlari-lari kecil menuju sekolah. Tiba dipintu gerbang ternyata pak satpam tengah berdiri didekat pagar dan sudah hampir menutup pintu gerbangnya, aku langsung menerobos masuk sambil tersenyum kearah pak satpam (dalam hati aku berguman, Fuiiiih,,,untunglah masih sempat untuk masuk ) melihat tingkahku pak satpam tadi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, Mungkin satpam itu sudah sangat hafal dengan tingkah anak-anak yang sering terlambat masuk sekolah,, Heheee,,,, aku sih masih biasa saja hanya menerobos sedikit, biasanya teman-temanku malah ada yang rela manjat pagar segala kalau gak dubukain.
            Hmmmm setibanya aku didepan kelas ternyata kelasku masih riuh, itu pertanda kalau gurunya belum datang. Aku menghela nafas panjang sambil tersenyum kecil ufhhhh,,, leganyaaaa…
            Tiba-tiba kelas ku menjadi diam tanpa suara,,suara yang riuh ramai tadi langsung hening yang terdegar hanya suara bisik-bisik,dan ada juga yang mencibir dengan pelan sambil melihat kearah pintu kelas yang ternyata tengah berdiri disana Miss Ilona. Yahhh,,, si “Ilona” Ilona Ledy tepatnya. Dia merupakan satu-satunya gadis terkaya disekolahku, maklum papahnya pejabat, Tapi gak sedikit yang benci dengan dia karena memang watak dan sifanya yang angkuh dan kurang bersahabat. Kalau Ilona yang telat datang kesekolah gak mungkin deh sampai ada momen menerobos pintu gerbang, apalagi sampai harus manjat pagar segala. Malahan pak satpam akan membukakan pintu gerbang dengan lebar sambil nyengir-nyengir kuda. Itu dikarenakan ayahnya Ilona merupakan penyumbang terbesar disekolahku. Itu yang membuat para guru, Kepsek sampai pak satpam pun hanya mangguk-mangguk dengan pelanggaran-pelanggaran yang dibuat  oleh Miss Ilona.
            Walaupun begitu aku satu-satunya orang yang mau berteman dekat dengannya bahkan bisa dibilang kami bersahabat, toh Si Miss Ilona gak pernah membuat aku sampai benar-benar merasa tersinggung dengan perkataannya. Hanya saja terkadang sikapnya memang menjengkelkan seperti mau menang sendiri yahhh inilah sikap yang kebanyakan dimiliki oleh orang kaya. Maunya menang sendiri, egonya tinggi, Fuiihh tapi aku tetap mengambil sisi positif dari Miss Ilona mungkin dia seperti itu hanya karena kurang perhatian dari orang tuanya, dia belum banyak belajar bagaimana caranya menghormati orang lain dan bersikap bersahabat dengan orang lain  seperti yang telah diajarkan oleh mamahku.
Dalam hati aku berkata,Ohhh tuhan walaupun aku berasal dari keluarga yang biasa saja tapi aku sangat lebih beruntung dari Ilona karena aku punya mama yang selalu bisa megajarkan aku banyak hal, menyemangatiku, dan selalu memperhatikanku. Yahhh karena hal itu lah yang gag akan bisa dibeli dari orang sekaya apapun,Love My Family.
Gag kerasa Jam pelajaran ke dua dan jam palajaran ke tiga selesai, hari ini rasanya sekolah cepat berakhir,mungkin karena jam pertama tadi gag ada guru jadi ada waktu santai sejenak.
Baru melangkahkan kaki keluar Ilona memanggilku dengan cukup nyaring hingga membuat langkahku terhenti, agaknya suaranya ilona tidak terdengar seperti biasanya,hemmm kenapa aku baru menyadarinya yahhh, Ilona memang terlihat agak sedikit murung hari ini. Yahhh, dia juga gag terlihat sombong seperti biasanya, wajahnya sendu.
Ilona memanggilku “Hana”. Aku segera menjawab “Ya…Ilona!” aku menatap matanya dalam-dalam  terlihat memang seperti ada sesuatu yang sedang dipikirkannya,bola matanya yang indah tidak lagi terlihat segar dan cerah melainkan sayu dan kemerahan,seperti habis menangis. Ada apa yah dengan Ilona ? aku bertanya dalam hati.
             “Kenapa Ilona” lanjutku. Lalu Ilona menjawab dengan suaranya yang
serak-serak, suara orang yang baru saja selesai menangis “Hana ,,,kamu mau
gag temenin aku dirumah hari ini? mau kan Han? Cuma kamu yang mau temenin
aku, aku gag punya temen lagi han ? please ?” dengan wajah polos dan
memelas.
Fuiiihh,,, mana mungkin aku tega kalau Ilona sudah meminta seperti itu,toh selama ini juga dia banyak membantuku soal pelajaran. Ilona kan pintar jadi kalau aku tidak mengerti dia juga yang mengajarkan aku yahhh,,, walaupun dengan gaya seombongnya tapi itu malah memacu semangatku untuk bisa cepat mengerti.
“Emangnya ortu kamu lagi gag ada dirumah lagi ya?” Aku bertanya dan tentunya aku sudah tau jawabannya dalam hati aku berkata, lagi? yah karena memang selalu begitu aku selalu menemaninya dirumah walaupun dirumahnya itu aku dan Ilona Cuma bercerita-cerita,makan bersama atau melakukan hal-hal aneh tapi Ilona cukup senang.. ortunya memang gag pernah ada dirumah sibuk dengan pekerjannya masing-masing, Ilona anak tunggal,, jelas saja dia merasa sepi sekali. Tapi kenapa hari ini dia begitu terlihat sangat ingin ditemenin yah?
“Iya han biasalah,mau kan? langsung aja yah han? nanti kamu telpon
mamah kamu kalau kamu lagi dirumahku !” Jawab Ilona masih dengan suara yang serak-serak. Aku segera menjawab tanda setuju “Ok Ilona”.
Sepanjang perjalanan kerumahnya Ilona , Ilona Cuma diam aja, aku juga bingung mau menanyakan hal apa yang sedang dipikirkannya, aku takut dia marah kalau aku menanyakan persoalan pribadinya, karena walaupun bersahabat kita  punya batasan-batasannya yang mana yang harus diceritakan dan yang mana yang gag harus diceritakan ke orang lain. Itu juga yang diajarkan mamaku kepadaku. Sementara aku sambil menelpon mamahku meminta ijin kalau aku belum pulang karena Ilona memintaku menemaninya, dan mamahku pun mengizinkanku dan tak lupa mama mengingatkanku untuk makan siang. Ohh… beruntungnya aku punya mama yang selalu memperhatikanku.
Sesampainya dirumah Ilona seperti biasanya sangat sepii,aku dan Ilona langsung menuju ruang makan. Makan siang sudah tersedia di atas meja, tidak  heran karena rumah Ilona mempunyai pembantu. Kami pun langsung melahap habis semua makanan yang ada. Setelah selesai kami beristirahat di kamar Ilona. Tak lama Ilona menangis terisak-isak. Aku tak tau pasti apa yang membuat Ilona menangis. Akhirnya aku memberanikan diri untuk bertanya pada Ilona.
“Ilona,Kenapa kamu menangis ?” Lalu dengan wajahnya Ilona yang sendu ia Berkata “Aku gak papa Han.” Aku tak yakin dengan jawaban Ilona, Lalu segera aku bertanya untuk kedua kalinya “Kamu yakin gak papa Na ? Aku udah kenal lama sama kamu Na,, aku tau kamu gak akan secengeng ini kalau bukan karena sesuatu yang sangat  membuat kamu sedih.”
            Ilona langsung memeluk tubuhku dengan erat sambil menangis dengan sangat kencang sambil berkata “Aku gak tau Han mesti cerita sama siapa, Cuma kamu Han yang mau berteman sama aku.” Akhirnya Ilona membukakan mulutnya untuk bercerita kepadaku. Langsung saja bertanya apakah sebenarnya yang terjadi “Ya udah Na, sekarang coba deeh ceritain kenapa kamu nangis kaya gini Na? Siapa tahu aja aku bisa bantu Na.”
Sambil mengelap air mata yang menetes di pipinya Ilona mulai bercerita kepadaku, “Sebenernya ku kangen Han ma ortu aku,, aku sedih mereka gak pernah ada waktu buat aku.”
Jujur saja aku tak percaya dengan apa yang baru dikatakan oleh Ilona. Tapi aku mencoba untuk tidak begitu menampakkannya kepada Ilona “Ya ampun Na, di balik sombongnya kamu ternyata kamu sesedih ini. Anak-anak pikir hidup kamu itu enak banget Na, soalnya apa aja yang kamu mau pasti terpenuhi Na, kamu kan anaknya orang kaya Na.” Ilona lanjut bercerita “Aku tau Han, aku memang apa maunya aku selalu terpenuhi. Tapi sebenarnya aku gak butuh semua kemewahan ini Han, percuma aja kalau rumah ini Cuma di penuhi dengan barang-barang mewah tapi gak ada sama sekali meraka peduliin kalau aku butuh mereka.”
            Aku turut prihatin dengan apa yang di alamin oleh Ilona. Selama ini di mataku dia adalah seorang gadis yang sangat beruntung karena semua yang ia miliki dipenuhi dengan kemewahan. Seorang Ilona yang selama ini dikenal dengan sesosok yang sombong ternyata di balik sombongnya itu adalah karena ia sangat sedih dengan keadaan keluargannya yang tak pernah kumpul bareng walaupun hanya menyempatkan waktu untuk makan bersama aja ia tak pernah dapatkan.
Aku mencoba untuk memberikan solusi “Kamu udah pernah coba ngomong soal ini gak Na ke ortu kamu, biar mereka ngerti sebenanya apa yang pengenin tu bukan kemewahan. Tapi, perhatian dan kasih sayang dari mereka yang paling kamu butuhin.”
Tapi ternyata raut wajah Ilona tambah murung. Air matanya menetes lagi dan bercerita lagi “Gimana aku bisa ngomong ma mereka Han, mereka selalu pulang kerja tengah malam dan saat itu aku sudah terlelap. Paginya aku bangun mereka sudah pergi kerja lagi. Aku hampir tak pernah melihat wajah Ayah dan Ibuku lagi.”

            Aku sangat jelas melihat raut wajah Ilona yang sangat sedih. Lalu aku memutuskan untuk mengajak Ilona menginap di rumahku. Aku merasa sudah sangat dengan Ilona, aku ingin dia juga mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang selama ini aku dapatkan dari mamahku. Setibanya di rumahku, Ilona di sambut dengan senyuman hangat dari keluargaku. Ia pun langsung tersenyum dengan manis. Wajahnya Ilona yang sangat cantik itu memang tak pantas dibasahi dengan air mata, tetapi dengan senyuman lah yang sangat cocok baginya.
            Sementara waktu ini, Ilona tinggal bersama aku dan keluargaku. Dan tanpa sepengetahuan Ilona aku meghubungi orang tuanya. Memang tak mudah untuk bertemu dengan orang tua Ilona yang super sibuk itu, tapi aku tetap berjuang. Tiap hari aku mendatangi kantor orang tua Ilona. Orang tua Ilona memang bekerja di satu perusahaan yang sama. Akhirnya setelah berhari-hari aku bolak balik ke kantor mereka dan membuat janji untuk bertemu, tibalah hari ini aku bertemu dengan orang tua Ilona.
            Awalnya aku tak tau harus memulai pembicaraan dari mana, Ayahnya  Ilona masih sibuk dengan kertas-kertas yang berserakan di atas meja kerjanya, sedangkan Ibunda Ilona sudah berada tepat di hadapanku. Lalu tak lama kemudian setelah Ayahnya Ilonq selesai membereskan kertas-kertasnya, Ia pun ikut duduk bersama aku dan Ibunda Ilona.
            Aku langsung saja menjelaskan apa maksud dan tujuan aku datang menemui mereka. Aku menceritakan semua keluh kesah yang di rasakan oleh Ilona selama ini. Orang tua Ilona sangat kaget mendengar semua ini. Tak lama kemudian Ibunda Ilona menangis, ia sangat sedih karena merasa tak pernah memberi perhatian kepada anakknya itu. Padahal ia bekerja keras dan apa yang ia lakukan hanya semata-mata agar semua yang Ilona butuhkan terpenuhi.
            Setelah aku selesai membicarakan ini semua aku pamit pulang. Tenyata setelah aku pulang, orang tua Ilona membicarakan mesalah keluarga mereka. Aku hanya berdoa semoga orang tua Ilona dapat mengerti apa yang diinginkan oleh anaknya itu.
Tiga hari lagi tepat tanggal 01 Desember 2009, pada hari itu Ilona berulang tahun tepat pada usianya yang ke 17. Hari ini aku mendapat telepon dari orang tua Ilona. Tak kusangka ternyata orang tua Ilona telah merencanakan untuk pesta ulang tahun anaknya. Aku diberi tugas untuk membagikan undangan ke teman-teman, tentunya ini adalah acara yang tidak di ketahui oleh Ilona. Karena kami akan menjadikan ini adalah kejutan untuk dia.
Tiga malam ini aku sengaja mngajak Ilona menginap di rumahku agar ia tidak tahu bahwa di rumahnya sana, orang tuanya telah menyiapkan kejutan yang sangat ia inginkan.
Hari ini tepat hari ulang tahun Ilona, kami semua teman-teman Ilona sengaja tidak memberikan ucapan. Hehe.. memang sih ini usulku. Setelah pelajaran selesai aku melihat raut wajah Ilona yang sangat  sedih bercampur kesal. Aku tahu persis apa yang ada di benaknya. Aku mengajak Ilona pulang kerumahku. Sesampainya di rumahku ia pun tak mendapatkan ucapan dari satu orang pun. Akhirnya kita makan siang lalu bergegas untuk tidur siang.
Jam telah menunjukkan pukul 07 malam, malam ini aku dan Ilona telah berjanji akan pergi umtuk berjalan-jalan. Kami pun pamit dengan orang tuaku, tak lupa mamahku memberikan pesan kepada kami agar kami berhati-hati dan tidak pulang larut malam. Mobil Ilona melaju dengan cepatnya, aku tahu bahwa ia sangat kesal. Saat di tengah perjalanan twntunya lokasinya dekat dengan rumah Ilona aku meminta Ilona untuk mengjakku ke rumahnya karena aku sedang kebelet buang air kecil. Tanpa berfikir panjang Ilona membawaku ke rumanya.
Sesampainya di halaman rumah Ilona, seperti hari-hari sebelumya rumah ini tampak sepi sekali. Awalnya Ilona tak ingin mengantarku sampai dalam, ia hanya ingin meunggu di mobil saja. Tapi dengan paksaanku ia pun akhirnya turun dari mobol dengan berat hati. Kami pun langsung masuk kedalam rumah Ilona. Pada saat Ilona membuka pintu, lampu di ruang tamunya itu tidak menyala. Sambil mengomel-ngomel sendiri ia menyalakn lampunya. Pada saat yang bersamaan itulah teman-teman berteriak Happy Brithday Ilona. Setelah itu mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun.
Kebahagiaan sangat terlihat jelas di mata Ilona. Setelah selesai meyanyi masih ada kejutan lagi buat Ilona. Dari tengah-tengah kerumbunan itu tak lama ayah dan ibundanya Ilona keluar sambil membawakan kue ulang tahun dengan lilin yang bertuliskan 17. Air mata mengalir dari mata Ilona, membasahi pipinya. Ia langsung memeluk kedua orang tuanya itu. Acara pun dimulai Semua teman-teman bersenang-senang, Ilona pun mengucapkan terima kasih kepadaku. Tepat pukul 10 malam acarapun selesai.
Aku ingin pamit pulang tapi sebelum itu Ilona memintaku untuk foto bersama keluarganya dan aku langsung setuju. Kemudian Ilona memberi tahu ku tentang recana Ibundanya yang berhenti kerja untuk memperhatikan Ilona. Ilona sangat senang dan ia pun memelukku. Akhirnya Ilona menjadi seorang gadis yang mempunyai semuanya. Sejak hari itu sikap Ilona yang selalu sombong ini telah berubah. Ia sangat baik dan ramah terhadap siapa saja. Aku sangat senang Ilona bahagia. Persahabatan aku dan Ilona semakin erat dan kami tidak akan terpisahkan.

*SELESAI*

Laporan Kimia Fisika Kalorimeter

Silahkan download filenya di :
http://www.ziddu.com/download/21394171/percobaan1kalorimeter.docx.html
Semoga Bermanfaat :)

Laporan Kimia Fisika Ikatan Hidrogen

Silahkan download filenya di :
http://www.ziddu.com/download/21394180/Percobaan2ikatanhidrogen.docx.html
Semoga bermanfaat :)