Silahkan download filenya di :
Selamat Datang
Semoga blog ini bermanfaat, oleh Ita Trie Wahyuni
"Seorang PEMENANG tidak akan pernah MENYERAH, karena hanya yang MENYERAH tidak akan pernah MENANG"
"Seorang PEMENANG tidak akan pernah MENYERAH, karena hanya yang MENYERAH tidak akan pernah MENANG"
Showing posts with label Laporan Kimia Fisika. Show all posts
Showing posts with label Laporan Kimia Fisika. Show all posts
Monday, January 21, 2013
Tuesday, October 2, 2012
Laporan Kimia Fisika Viskositas Zat Cair
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Kekentalan adalah sifat
dari suatu zat cair (fluida) disebabkan adanya gesekan antara molekul-molekul
zat cair dengan gaya kohesi pada zat cair tersebut. Gesekan-gesekan inilah yang
menghambat aliran zat cair. Besarnya kekentalan zat cair (viskositas)
dinyatakan dengan suatu bilangan yang menentukan kekentalan suatu zat cair.
Hukum viskositas Newton menyatakan bahwa untuk laju perubahan bentuk sudut
fluida yang tertentu maka tegangan geser berbanding lurus dengan viskositas.
Laporan Kimia Fisika Kelarutan Timbal Balik
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Kelarutan sering
digunakan dalam beberapa faham. Kelarutan menyatakan pengertian secara
kualitatif dari proses larutan. Kelarutan juga di gunakan secara kuantitatif
untuk menyatakan komposisi dari larutan. Suatu larutan dinyatakan merupakan
”larutan tidak jenuh” jika solute dapat ditambahkan untuk memperoleh berbagai
larutan yang berbeda dalam konsentrasinya. Dalam banyak hal, ternyata proses
penambahan solute tidak dapat berlangsung secara tidak terbatas. Suatu keadaan
akan dicapai dimana penambahan solute pada sejumlah solvent yang tertentu tidak
akan menghasilkan larutan lain yang memiliki konsentrasi lebih tinggi.
Laporan Kimia Fisika Penentuan Tegangan Permukaan
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Banyak fenomena-fenomena alam yang kurang kita perhatikan
akan tetapi fenomena-fenomena tersbut mempunyai hubungan dengan adanya tegangan
permukaan. Sering terlihat peristiwa-peristiwa alam yang tidak diperhatikan
dengan teliti misalnya tetes-tetes zat cair pada pipa keran yang bukan suatu
aliran, laba-laba air yang berada di atas permukaan air, gelembung-gelembung
sabun, pisau silet yang diletakkan perlahan-lahan di atas permukaan zat cair
yang terapung, dan naiknya air pada pipa kapile. Hal tersebut dapat terjadi
karena adanya gaya-gaya yang bekerja pada permukaan zat cair atau pada batas
antara zat cair dengan bahan lain.
Tegangan permukaan merupakan fenomena menarik yang
terjadi pada zat cair (fluida) yang berada pada keadaan diam (statis).
Suatu molekul dalam
fase cair dapat dianggap secara sempurna dikelilingi oleh molekul lainnya yang
secara rata-rata mengalami daya tarik yang sama ke semua arah. Gejala ini yang
disebut dengan tegangan permukaan.
Oleh karena itu
dilakukan percobaan penentuan tegangan permukaan dengan metode berat tetes agar
dapat mengetahui nilai tegangan permukaan dari suatu larutan dan dapat
menganalisa fenomen-fenomena yang berhubungan dalam kehidupan sehari-hari
dengan mempelajari tentang tegangan permukaan.
1.2
Tujuan
-
Mempelajari tentang tegangan permukaan
zat cair
Laporan Kimia Fisika Hukum Hess
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Banyaknya kalor yang dihasilkan dalam
suatu reaksi kimia dapat diukur dengan menggunakan kalorimeter.
Kalor dapat diukur dengan menggunakan jalan jumlah total kalor yang disetiap
lingkungan kalor yang diserap air merupakan hasil dari perkalian antara massa, kalor
jenis dan kenaikkan suhu, sedangkan kalor yang diserap komponen lingkungan lain
yaitu tom, pengaduk, termometer, dan lain sebagainya. Merupakan hasil kali
jumlah kapasitas kalor komponen-komponen ini dengan suhu. Dari sini dapat
diketahui bahwa penjumlahan kalor dapat diterapkan melalui hukum Hess (Attkins,
1999).
Hukum Hess adalah sebuah hukum dalam kimia
fisik untuk ekspansi Hess
dalam siklus Hess. Hukum ini digunakan
untuk memprediksi perubahan entalpi dari hukum kekekalan energi (dinyatakan
sebagai fungsi dari keadaan DH).
Laporan Kimia Fisika Kelarutan Sebagai Fungsi Suhu
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Kelarutan adalah jumlah
zat yang dapat larut dalam sejumlah pelarut sampai membentuk larutan jenuh.
Apabila suatu larutan suhunya diubah, maka hasil kali kelarutannya juga akan
berubah. Larutan ada yang jenuh, tidak jenuh, dan lewat jenuh. Larutan
dikatakan jenuh pada temperature tertentu, bila larutan tidak dapat melarutkan
lebih banyak zat terlarut. Bila jumlah zat terlarut kurang dari larutan jenuh
disebut larutan tidak jenuh, dan bila jumlah zat terlarut lebih dari larutan
jenuh disebut larutan lewat jenuh. Daya larut suatu zat dalam zat lain,
dipengaruhi oleh jenis zat pelarut, temperatur, dan sedikit tekanan.
Laporan Kimia Fisika Ikatan Hidrogen
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Dalam keadaan cair,
molekul dari salah satu senyawa ini mempunyai tarikan yang kuat satu terhadap
yang lain. Atom hidrogen yang parsial positif dari satu molekul ditarik oleh
pasangan elektron menyendiri dari atom suatu molekul lain yang elektronegatif. Tarikan
ini disebut dengan ikatan hidrogen.
Ikatan hidrogen tidak
semua sama kekuatannya. Suatu ikatan hidrogen O----HO lebih kuat dari ikatan
hidrogen N---HN. Mengapa demikian?, Oksigen lebih elektronegatif daripada
nitrogen, karena itu gugus O-H lebih polar dan mempunyai H yang lebih positif.
H yang lebih positif ini lebih kuat tertarik oleh pusat negatif.
Ikatan hidrogen dapat
terbentuk antara dua senyawa yang berbeda, seperti antara CH3OH dan
H2O atau antara CH2NH2 dan H2O.
dalam hal-hal ini, sering ada lebih dan satu kemungkinan untuk ikatan hidrogen.
Energi disosiasi ikatan hidrogen hanya 5-10 kkal/mol, jauh lebih rendah
daripada energi disosiasi ikatan kovalen yang khas (80-100 kkal/mol), tetapi
jelas lebih kuat daripada kebanyakan tarikan dipol-dipol.
Laporan Kimia Fisika Kalorimeter
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Secara umum untuk
mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu dengan mengukur
suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi, maka kalor yang dikandung oleh benda
sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah maka kalor yang
dikandung sedikit.
Kalorimeter adalah alat
yang digunakan untuk mengukur kalor atau energi panas. Pertukaran energi kalor
merupakan dasar teknik yang dikenal dengan nama kalorimetri, yang merupakan
pengukuran kuantitatif dari pertukaran kalor.
Subscribe to:
Posts (Atom)